Home / Pemerintah Aceh

Rabu, 29 September 2021 - 12:58 WIB

Silaturahmi dengan Ulama di MPU, Sekda Paparkan Bahaya Covid-19

REDAKSI - Penulis Berita

NOA | Banda Aceh – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, dr Taqwallah MKes, memaparkan secara detail bahaya penyebaran Covid-19, kepada para ulama, anggota Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh. Sekda mengajak jajaran ulama, teungku dan abu para pimpinan dayah di Aceh, agar bahu membahu bersama para umara, dalam rangka mengendalikan penyebaran Covid-19.

“Secara ilmu pengetahuan sekarang, virus corona hanya bisa dikendalikan dengan vaksin,” ujar Sekda saat menyampaikan penjelasan kepada para Ulama saat menghadiri Sidang Paripurna ke V MPU, di Aula Kantor MPU Aceh, Rabu (29/09/2021).”Apabila orang sudah divaksin lebih 90 persen di sebuah kawasan, insya Allah semua aktivitas kita akan kembali normal seperti semula,” kata Sekda.

Baca Juga :  Gubernur Aceh jadi Pembicara Utama Webinar N-219 PTDI

Sekda menyebutkan, sudah dua tahun masyarakat Aceh dan masyarakat dunia hidup berdampingan dengan Covid-19. Berbagai kegiatan harus dilangsungkan terbatas, termasuk kegiatan keagamaan dan belajar di dayah. Semua itu terjadi akibat penyebaran Covid-19 yang sangat cepat. Virus ini menyerang tanpa perantara, melainkan langsung dari orang ke orang. Ganasnya virus ini membuat paru-paru penderita rusak. “Secara ilmu pengetahuan, sekarang ini Covid-19 hanya bisa dikendalikan dengan vaksin,” kata Sekda.

Memang mereka yang sudah divaksin tetap berisiko tertular. Namun, tingkat keparahan tentu berbeda. Sekda mengingatkan jika vaksin bukanlah obat, melainkan berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh. “Orang yang sudah vaksin umumnya jika terpapar tidak parah. Secara ilmu pengetahuan begitu.”

Baca Juga :  Gubernur Aceh: Jadikan Peringatan Isra' Mi’raj Sebagai Momentum Evaluasi Diri

Namun demikian, lanjut Sekda, mereka yang belum divaksin dan terpapar Covid-19, efeknya bisa sangat berbahaya. Sebagai penyakit yang menyerang, paru-paru, Covid-19 bisa membuat mereka yang terpapar meninggal dunia.

Tempo setahun lalu, pemerintah dan masyarakat was-was menunggu kapan tibanya vaksin. Alhamdulillah, saat ini vaksin tiba, dan masyarakat di beberapa daerah seperti di Jakarta, berbondong-bondong mendaftarkan diri untuk disuntik. Sekda merindukan hal yang sama berlaku di Aceh. Karena secara otomatis, secara ilmu pengetahuan dan teori, sebuah zona wilayah bisa kembali hidup normal ketika lebih dari 90 persen warganya telah divaksin.

Baca Juga :  Gubernur Sambut Baik Kehadiran Bank Wakaf Mikro di Aceh

Sekda menyadari, tidak mudah meyakinkan semua masyarakat untuk mau divaksin. Namun demikian, kata dia, masyarakat bukan menolak melainkan belum paham manfaat dari vaksinasi Covid-19. Menjadi tugas bersama meyakinkan mereka, bahwa saat ini vaksinasi adalah salah satu jalan kembali hidup normal.

“Di negara orang sudah melepaskan masker. Kita kapan?,” ujar Sekda sembari berharap secepatnya vaksinasi di Aceh bisa dilakukan sebanyak mungkin. []

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Kembali Lebihi Target, ASN DP3A Donorkan 38 Kantong Darah

Pemerintah Aceh

Gubernur Ucapkan Selamat Ulang Tahun buat Partai Aceh

News

PPKM Kembali Diperpanjang Hingga 20 September

News

Waled Nu Besuk Gubernur Aceh di RSUDZA

Pemerintah Aceh

213 Hari Pelaksanaan, Sebanyak 100.192 Orang Divaksin Covid-19

Pemerintah Aceh

Guru Honorer di Simeulue Temukan Harapan Baru, Terimakasih Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Siap Jadikan Aceh, Sebagai Salah Satu Tujuan Utama Investasi

News

Sekda: Pengadaan Barang dan Jasa Harus Mengarah Terwujudnya Pemerintah Aceh Yang Bersih