Home / News / Pemerintah Aceh

Senin, 28 Februari 2022 - 09:19 WIB

Shalat Memberi Garansi Kebahagiaan dan Penyelesaian Beban Hidup

REDAKSI - Penulis Berita

BANDA ACEH – Shalat lima waktu dalam sehari semalam bagi umat Islam akan membuat kehidupan sosial kaum muslim menjadi lebih baik. Lebih dari itu secara lebih personal, shalat lima waktu memberi garansi atau menjamin kebahagiaan, kesejahteraan hingga ketenangan bagi yang mengerjakannya. Lebih dari itu juga menjadi solusi untuk permasalahan dan beban hidup setiap ummat muslim.

Hal itu disampaikan oleh Ustadz Dr. Abizal M. Yati, Lc, MA, dalam tausiyahnya saat peringatan Isra‘ Mi‘raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1443 H di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Minggu (27/02/2022) malam. Kegiatan yang diawali dengan shalat isya berjamaah itu diikuti Gubernur Aceh Nova Iriansyah berserta pejabat Forkopimda Aceh, staf ahli gubernur, hingga para pejabat di lingkungan Setda Aceh. Selain itu juga masyarakat umum yang merupakan jamaah shalat isya. Peringatan Isra’ Mi’raj kali ini mengusung tema “Pemaknaan shalat dalam membentuk kesalehan sosial”.

Baca Juga :  Sekda Tinjau Pelaksanaan Donor Darah di RSUDZA

Menurut Dr. Abizal, sedikitnya ada tiga poin terkait pentingnya shalat dalam membentuk kesalehan sosial masyarakat, baik secara komunal maupun personal.

Dirincikan, poin pertama, shalat lima waktu dalam sehari-semalam akan membuat kehidupan sosial muslim menjadi lebih bagus. Shalat juga disebut menjamin kebahagiaan, kesejahteraan hingga ketenangan bagi yang mengerjakannya. Selain itu, permasalahan dan beban hidup juga akan mudah terselesaikan. “Kalau ingin hidup itu tertata sosial dengan baik hingga gerak ekonomi yang bagus, maka shalatlah,” ujar Dr. Abizal.

Baca Juga :  Kisah Pria Meninggal Akibat Overdosis Kafein Setara 200 Cangkir Kopi

Katanya, jika dalam sebuah keluarga semuanya mengerjakan shalat, maka Allah akan memudahkan persoalan kehidupan keluarga tersebut. Begitu juga dalam sebuah pemerintahan, lanjut Dr. Abizal, jika para pemimpin dan rakyatnya selalu mengerjakan shalat, maka akan dipermudah segala urusan dalam mencapai kesejahteraan rakyat berikut pemimpin di daerah itu. “Allah akan membukakan pintu-pintu keberkahan dari langit dan bumi,” kata Dr. Abizal.

Pria yang juga dosen ttp di UIN Arraniry itu juga menyebutkan, kenyataan saat ini banyak muslim cenderung mengabaikan shalat. Seperti yang terlihat di warung-warung kopi saat sedang berlangsungnya shalat magrib. “Memang waktu azan magrib itu dia tutup, tutup pintunya saja, tapi di dalam masih beraktivitas,” kata Dr. Abizal.

Baca Juga :  Pasca Penganiayaan Oknum Sat Pol PP-WH, Keluarga Korban Minta Ketua DPRK Kota Banda Aceh Turun Tangan

Sementara poin kedua, Dr. Abizal juga menyebutkan, pemaknaan shalat dalam membentuk kesalehan sosial masyarakat, karena shalat akan mencegah seseorang dari perbuatan keji dan mungkar. Dicontohkan, orang yang benar-benar mengerjakan shalat dengan baik akan menjauhkan diri dari perbuatan zina, korupsi, mencuri dan lainnya.

Sedangkan poin ketiga disebutkan, shalat akan mempersatukan ummat. Dengan shalat berjamaah akan terbangun rasa persatuan yang kuat dalam kehidupan masyarakat. “Kalau kita ingin bersatu, ingin masyarakat bagus, maka shalat berjamaahlah,” pesan Dr. Abizal.

Sumber Berita

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Dekranasda Aceh Lakukan Pembinaan Gampong Kerajinan Di Bener Meriah dan Aceh Tengah

News

Polresta Banda Aceh Bersama Universitas Syiah Kuala Gelar Vaksinasi Merdeka

News

Liga Santri PSSI Piala Kasad 2022, DJA FC Pidie Tundukkan NI FC Bener Meriah 2-0

Nasional

Sebulan Invasi Ukraina, Berapa Biaya yang Telah Dikeluarkan Rusia?

Pemerintah Aceh

Aceh, Peringkat 7 Inflasi Terendah Secara Nasional

News

PORA Pidie Sukses, Pemkab Sampaikan Apresiasi Kepada Seluruh Pihak

Aceh Barat Daya

Diduga Banyak Galian C Ilegal, Yara Minta APH Untuk Menertibkan

News

Tidak Terima Pernyataan Menteri Agama, Ketua Tastafi Abdya Nyatakan Kekecewaan