Home / Langsa / Pendidikan

Kamis, 2 September 2021 - 20:07 WIB

Penanaman 500 Mangrove Warnai Festival Mangrove Kota Langsa

REDAKSI - Penulis Berita

NOA | Langsa – Festival mangrove Kota Langsa 2021 resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Langsa, Ir. Said Mahdum Majid secara virtual zoom yang disaksikan seluruh peserta melalui perangkat elektronik masing-masing.

“Dengan adanya festival mangrove yang kedua di kota langsa ini dapat dijadikan sebagai festival tahunan dan dapat dimasukan ke calender of event setiap tahunnya. Hal itu tentu saja dapat meningkatkan pendapatan asli daerah Kota Langsa,” ungkap Sekda Kota Langsa.

Said Mahdum menambahkan festival yang berlangsung di hutan mangrove Kuala Langsa, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa ini digelar pada 21-22 Agustus 2021.

Penutupan Festival Mangrove ini diakhiri dengan penanaman 500 bibit mangrove yang dilakukan oleh Kadisbudpar serta Forkopimda setempat.

“Festival mangrove ini tentunya juga sangat mengedepankan aspek protokol kesehatan yang ketat seperti mencuci tangan, menjaga jarak dan tetap memakai masker,” pintanya.

Baca Juga :  FAKSI Aceh: Bupati Rocky Harus Pecat Aparat Desa Arogan dan Pengancam Warga

Festival Mangrove merupakan gerakan kolektif pemeliharaan tanaman bakau di wilayah Kuala Langsa, Langsa Barat,” kata Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh dalam pembukaan Festival Mangrove Langsa di Aula Hotel Harmoni Langsa.

Penanaman bibit bakau pada Festival Mangrove di Hutan mangrove kuala langsa ini diikuti beberapa unsur perwakilan, mulai dari dinas terkait seperti dinas pemuda olahraga dan pariwisata Kota Langsa dan juga Pemerintah Aceh yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh beserta rombongan.

Ia mengharapkan pengembangan hutan mangrove dapat menghadirkan suatu ekowisata hutan bakau sebagai ikon wisata Kota Langsa. Festival ini juga diramaikan dengan perlombaan melukis yang bertemakan hutan mangrove. Para peserta gerakan ini bisa menjadi titik balik untuk kemajuan ekowisata di Kota Langsa.

Baca Juga :  Disdik Aceh Umrahkan Guru dan Tendik Berprestasi

Pada hari pertama festival mangrove Langsa yang diadakan di Aula Hotel Harmoni Langsa tersebut dilaksanakan dengan cara virtual zoom, diikuti oleh peserta dari kalangan mahasiswa, pegiat lingkungan dan juga masyarakat umum Kota Langsa.

Dalam acara virtual tersebut dibagi dalam beberapa sesi, yang pertama adalah bincang-bincang seputar mangrove yang menjadi ikon Kota Langsa dan juga sekaligus sebagai ekowisata terbesar di Asia Tenggara.

Pada sesi kedua diisi dengan tanya jawab seputar mangrove yang dalam acara tersebut sebagai moderator adalah Dr Iqbal MPD selaku Kadis Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Langsa, sedangkan narasumber adalah balee jurong atau pegiat lingkungan Yusmadi Yusuf dari AWF (Aceh Wetland Foundation).

Baca Juga :  Sekolah Muhammadiyah Bireuen Menjadi Model Sekolah Inklusif

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran semua pihak untuk menjaga ekowisata mangrove.

“Masih banyak masyarakat khususnya anak-anak muda yang belum seratus persen paham akan pemanfaatan mangrove,” tukasnya.

Seperti yang diutarakan oleh balee jurong dalam sesi tanya jawab dimana salah seorang peserta virtual zoom menanyakan bagaimana dampak yang akan terjadi apabila mangrove tidak dimanfaatkan secara optimal.

“Akan ada banyak kerusakan khususnya abrasi yang akan memperparah pesisir timur Aceh, karena bagaimana pun mangrove dan pesisir timur aceh adalah komponen yang sifatnya saling melengkapi dalam artian laut pesisir timur Aceh sebagai induk, sementara mangrove adalah anaknya”. pungkas Balee Jurong. (**)

Share :

Baca Juga

News

Guru Dan Siswa SMP N 5 Bandar Baru Antusias Dalam Uji Coba AKM

Pendidikan

Ini Tanggapan Kepala SLBN Aceh Selatan dan SLBN Al Fansyuri Terkait Pengadaan Bus Sekolah

Pendidikan

Disdik Dorong Pengembangan Sekolah Ramah Anak di Aceh

Pemerintah Aceh

Kadisdik Aceh: IGI Diharapkan Terus Berkolaborasi Dengan Pemerintah

Aceh Barat Daya

75 Persen Siswa SMK Negeri 1 Abdya Telah Menjalani Vaksinasi

Gayo Lues

Terkait Vaksinasi Siswa, Kadisdik Ultimatum Kepala Sekolah

Pendidikan

Sekolah Muhammadiyah Bireuen Menjadi Model Sekolah Inklusif

Banda Aceh

Perangi Narkoba, Pelajar SMA Ikuti Diklat Konselor Sebaya