Home / Banda Aceh / News

Selasa, 17 Mei 2022 - 18:58 WIB

Mesjid Muhammadiyah Dibongkar, Tokoh Politik Asal Bicara, Forever Aceh Turut Sesali

REDAKSI - Penulis Berita

NOA I Banda Aceh – Ketua Dewan Pembina Dewan Pimpinan Daerah Forum Relawan Demokrasi Provinsi Aceh (DPD Forever Aceh), Sayed Munawir turut menyayangkan komentar salah seorang tokoh politik Aceh, terkait pembongkaran tapak Mesjid Muhammadiyah di Gampong Sangsoe, Kecamatan Samalanga, Kabupeten Bireun, Senin (16/05/2022).

“Seharusnya beliau tidak terpancing dan larut dengan isu isu keagamaan yang sensitif ini, sangat bijak kalau beliau merangkul dan menghimbau agar kita tetap bersatu,” ujar Sayed Munawir.

Menurut Sayed, seharusnya sebelum mengeluarkan komentar dengan narasi tendesius, oknum tersebut wajib memahami dan mempelajari isu yang sedang terjadi serta dapat terjun kelokasi hingga bertanya kepada kedua belah pihak.

Baca Juga :  Dilepaskan Wakil Bupati, Rombongan MTR XXI Abdya Menuju Bireuen

“Seharusnya kita memberikan solusi terhadap masalah terjadi dengan menghadirkan kedua belah pihak, apalagi kita Masyarakat Aceh kental dengan Agama serta adatnya, mediasi dengan “Duek sipapeun tamita punca” (Duduk bersama mencari solusi-red),” unggah Sayed.

Sayed menambahkan, semua pihak lebih baik menjadi air untuk memadamkan api, agar keharmonisan di Aceh tetap terjaga.

“Untuk memecah belah mudah, namun untuk merawat persatuan agar tetap terjaga, itu yang susah, apalagi kita ketahui saat ini isu isu agama sangat sensitif dan mudah untuk diadu domba satu sama lain,” imbuhnya.

Baca Juga :  Video Mayat Terbakar-Tak Utuh Diputar Presiden Ukraina di DK PBB

Untuk itu, dia menghimbau semua pihak agar bersabar serta tidak mudah terpancing dengan narasi – narasi yang bersifat provokatif oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Tetap tenang, serahkan semuanya kepada pihak berwenang,” saran pria yang akrab dipanggil Habib itu.

Seperti diketahui, dalam beberapa hari ini, banyak media massa dan media sosial menyoroti dampak mengenai pembongkaran tapak pondasi Mesjid Muhammadiyah. Sehingga, hal tersebut diduga terkait dengan kepemilikian Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Non Prosedur dengan dikeluarkan putusan Incraht oleh Mahkamah Agung (MA).

Merujuk pada Keputusan Pengadilan Tinggt Tata Usaha Negara Medan Nomor : 177 /B/2019/lPT.TUN Medan hari Selasa tanggal 3 September 2019 Jo Putusan PTUN Banda Aceh Nomor 2-G /2019/PTUN-BNA hari Selasa tanggal 2l Mei 2O19 yang isinya menguatkan Putusan PTUN Banda Aceh dan Putusan tersebut sudah incraht dan memiliki kekuatan hukum tetap.

Baca Juga :  Vaksinasi Massal Covid-19 Pemerintah Aceh Kini Capai 99.989

Bahwa berdasarkan Berita Acara yang ditandatangani oleh Para Keuchiek, Imum Mukim dan Muspika dalam Kecamatan Samalanga, untuk menjaga ketertiban umum dan ketentraman masyarakat yang selama ini dalam keadaan kondusif, maka dengan ini menolak segala macam kegiatan pembangunan apapun pada Lokasi Mesjid Taqwa Muhammadiyah, Kamis (16/05/2022).  (Js)

Share :

Baca Juga

Nasional

Setelah Hilang 21 Tahun, Buku Evolusi Darwin Dikembalikan

News

Buka IPF 2021, Gubernur Aceh: Pacu Pemulihan Ekonomi Aceh Pasca Covid-19 melalui Investasi Berkelanjutan

Nasional

Pasukan Terjun Payung Rusia Mendarat di Kharkiv, Bentrok dengan Ukraina

News

Gubernur Aceh: Selalu Berbakti dan Berbuat Baik pada Kedua Orangtua

News

Gelar Rapat Perdana, Pj Bupati Aceh Tenggara Sampaikan Arahan Pj Gubernur Aceh

News

Metigasi Bencana, Kecamatan Ulim Bentuk Kader Siaga Bencana Di Tingkat Gampong

News

Jaksa Limpahkan Kasus Korupsi Dana Desa Terutung Kute ke Pengadilan Tipikor

News

Meningkatkan Pemahaman Politik, Salman SH: Etika dan Budaya Menjadi Pondasi Dasar Pesta Demokrasi