Home / Nasional / News

Kamis, 7 April 2022 - 14:31 WIB

John Lee Calonkan Diri Jadi Kepala Eksekutif Hong Kong Baru

REDAKSI - Penulis Berita

Jakarta

Sekretaris kepala untuk pemerintahan Hong Kong John Lee telah mengumumkan niatnya untuk mencalonkan diri sebagai pejabat tertinggi di wilayah semiotonom tersebut.

Lee pada hari Rabu (06/04) telah mengundurkan diri dari jabatannya dalam pemerintahan saat ini. Pengunduran diri Lee muncul hanya dua hari setelah Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam mengumumkan bahwa dirinya mengundurkan diri pada Juni 2022 mendatang, mengakhiri masa jabatan lima tahun. Lam mengatakan enggan mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua.

John Lee, orang nomor 2 di Hong Kong, dikenal sebagai loyalis tindakan keras yang didukung Beijing terhadap aktivis pro-demokrasi di Hong Kong.

“Jika pengunduran diri saya disetujui oleh Pemerintah Rakyat Pusat, saya akan merencanakan untuk mencalonkan diri dalam pemilihan kepala eksekutif mendatang,” kata Lee dalam konferensi persnya.

Baca Juga :  Kisah Pepi, WNI yang Bertahan di Ukraina

“Telah berada di pemerintahan selama lebih dari 40 tahun, untuk melayani rakyat Hong Kong adalah suatu kebanggaan,” lanjutnya.

Lee diyakini menjadi satu-satunya kandidat untuk kepala eksekutif yang didukung oleh Beijing dan difavoritkan menjadi suksesor Lam.

Cina semakin memainkan peran di Hong Kong?

Jika pria berusia 64 tahun ini nantinya terpilih menjadi kepala eksekutif, hal ini dinilai akan menjadi sinyal bahwa Beijing akan semakin mempererat “cengkeramannya” terhadap Hong Kong. Aktivis Hong Kong yang sekarang tinggal di Inggris, Nathan Law, menjelaskan bahwa Lee lebih agresif dan keras terhadap mereka yang pro-demokrasi dibandingkan Lam.

Baca Juga :  Serangan Artileri Rusia Tewaskan 70 Tentara Ukraina

“Ini adalah proses ‘seleksi’, bukan proses ‘pemilihan’,” kata Law kepada kantor berita AFP. “Beijing yang menentukan siapa yang menjadi pemimpin selanjutnya Hong Kong, bukan rakyat Hong Kong.”

Pengamat politik dari Universitas Hong Kong, Ivan Choy, mengatakan pemerintahan di bawah Lee nantinya akan mencerminkan keinginan Beijing untuk mencari “kesetiaan, kedisiplinan, dan keamanan nasional.”

“Jika (Lee) menjadi pemimpin eksekutif berikutnya, itu berarti masalah keamanan nasional akan menimbulkan kekhawatiran lain dalam lima tahun Hong Kong ke depan,” ujar Choy.

Lee dinilai akan memiliki pengalaman pembuatan kebijakan yang jauh lebih sedikit karena telah menghabiskan sebagian besar karier pegawai negerinya di kepolisian dan mengawasi masalah keamanan. Choy mengatakan, mengingat kurangnya pengalaman tersebut, Beijing dapat memainkan peran yang lebih penting dalam urusan lokal dan domestik Hong Kong.

Baca Juga :  Musabaqah MTQ Korpri Aceh Momentum ASN Perkuat Interaksi dengan Al Quran

Periode pencalonan kepala eksekutif Hong Kong akan dimulai pada tanggal 10 April dan akan berlangsung sampai 16 April mendatang. Pemilihan dijadwalkan pada tanggal 8 Mei oleh sebuah komite yang terdiri dari sekitar 1.500 orang, yang sebagian besar pro-Beijing.

Kandidat lain yang diprediksi oleh media lokal sebagai calon pesaing Lee adalah Menteri Keuangan Hong Kong Paul Chan. Meskipun hingga kini Chan belum menyatakan niat untuk maju dalam pencalonan.

rap/ha (AP, AFP, dpa)

(ita/ita)

Sumber Berita

Share :

Baca Juga

News

Irjen Pol Agung Makbul Minta Masyarakat Memfilter Informasi dari Media Sosial

Nasional

Jepang dan Australia Kembali Jatuhkan Sanksi Ekonomi terhadap Rusia

News

PKK Aceh Sosialisasikan Tujuh Dimensi Lansia Tangguh

News

TRK: Pengadaan Mobil untuk Pelayanan Pendidikan Aceh Sudah Sangat Tepat

News

Kadiskominsa Aceh Buka Forum Koordinasi PPID Kabupaten Kota Se-Aceh

News

Alumni SMKN 1 Meulaboh Yang Kini Menjadi Praktisi Perbankan

Nasional

Jaksa Agung Meresmikan Halo JPN

News

TNI-POLRI Simeulue Touring Safety Riding, Bagi Masker dan Bhakti Sosial