Home / Nasional / News / Pemerintah Aceh

Rabu, 1 September 2021 - 15:35 WIB

Dirjen Bina Adwil Dorong Camat Bumikan Pancasila melalui Media Sosial

REDAKSI - Penulis Berita

NOA | Jakarta – Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan, Kemendagri, Safrizal, ZA meminta para Camat memiliki keluwesan dan kreatif untuk membumikan Pancasila dan wawasan kebangsaan, sebab Camat adalah tokoh terdepan dalam pelayanan masyarakat, baik dalam struktur, fungsi, serta peran kewilayahan yang dimilikinya.

Hal itu disampaikan Safrizal dalam acara dialog kebangsaan bertema “Pancasila sebagai Nilai Etika dalam Pemerintahan”. Acara tersebut diinisiasi oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Selasa (31/8/2021).

Hadir dalam acara itu, Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, Wakil Ketua Dewan Pengarah BPIP, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan, BPIP Prakoso.

Baca Juga :  Dandim Aceh Selatan Sambangi Tambak Garam Tradisional

Selain itu, hadir juga sejumlah narasumber, yakni Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum, Kemendagri, yang juga Ketua Umum Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI), Bahtiar, Guru Besar IPDN, Prof. Dr Sadu Wasistiono, Kepala Pusat Studi Pancasila Universitas Gajah Mada, Agus Wahyudi, Sejarawan Bonnie Triyana dan Komika Arie Kriting.

Menurut Safrizal, penerapan nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan bisa dimulai dari hal yang sederhana. Menyangkut kekinian dan tidak perlu ‘jelimet’, yakni dengan cara bersama-sama memasukkan nilai-nilai Pancasila di konten media sosial. “Para Camat harus mampu membaca pikiran atau trend yang ada di masyarakat. Oleh karenanya gunakan juga media kita, konten kita, dengan nilai-nilai kebangsaan,” kata Safrizal, dalam pertemuan via zoom.

Baca Juga :  Ir. H Mawardi Ali Terima Penghargaan dari Menteri Keuangan RI

Ia mengatakan, media sosial harus dipenuhi dengan narasi positif untuk menyebarkan nilai-nilai Pancasila. Konten positif sangat penting disampaikan untuk menangkal berbagai ancaman seperti intoleransi, hoaks dan narasi negatif. “Anak muda kreatif di kecamatan bisa diajak dan difasilitasi untuk memperkaya wawasan kebangsaan kita. Mengangkat hal-hal kecil yang terjadi di dalam kecamatan, seperti anak muda peduli sosial, anak muda peduli lingkungan, anak muda peduli gotong-royong,” jelasnya.

Hal tersebut, menurut Safrizal, memang menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Karena itu, Safrizal menegaskan bahwa pihaknya akan segera duduk bersama dengan Direktorat Jenderal Politik dan PUM, Kemendagri dan para kepala daerah untuk mencari cara ampuh memperkenalkan kembali nilai Pancasila kepada generasi milenial. “Serangan konten yang tidak bertanggung jawab, harus kita hadapi dengan konten positif. Tidak boleh konten positif kalah jumlah. Sudah kalah kreatif, kalah jumlah lagi. Harusnya sama jumlah, sama kreatifnya,” ucap Safrizal.

Baca Juga :  Gubernur Nova Tabur Tanah Iskandar Muda dan Percik Air Masjid Raya di IKN

“Kita harus ajak anak milenial, anak muda kreatif yang punya ide banyak sekali. Kita harus dapat menampilkan, seperti apa Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, anak-anak muda yang boleh ditiru dan direplikasi dengan anak muda lain. Kita harus buat konten kita, konten nilai-nilai kebangsaan,” pungkasnya. (Hm)

Share :

Baca Juga

News

Ikhsan Serahkan Empat Unit Cultivator untuk Kelompok Tani di Abdya 

Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Kirim Bantuan Untuk Korban Banjir Aceh Utara

News

Ketua TP PKK Aceh Serahkan KIA Bagi Pelajar SDN Cot Meuraja Blang Bintang

News

Musrenbang Kecamatan Kota Baharu, Masyarakat Kota Baharu Nyatakan Sikap

Nasional

Penampakan Konvoi Besar-besaran Militer Rusia Menuju Kiev

Nasional

Jaksa Agung Menerima Kunjungan Wakil Menteri II BUMN dan Direktur Utama PT Garuda Indonesia

News

Jalan Lintas Cot Mane-Blangpidie, Zulfan: Keprihatinan Kita Bersama

News

Wakil Ketua DPW Pemuda Muhammadiyah Aceh: Penegakan Hukum Kasus Tokopika Harus Berkeadilan