China Siap Buka Gembok Lockdown, Harga Minyak Dunia Mendidih - NOA.co.id
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-3737086233511293
   

Home / News

Senin, 23 Mei 2022 - 13:20 WIB

China Siap Buka Gembok Lockdown, Harga Minyak Dunia Mendidih

REDAKSI

JAKARTAHarga minyak dunia mengalami tren kenaikan pada perdagangan siang ini. Berdasarkan data Bursa Intercontinental Exchange (ICE) harga minyak Brent kontrak Juli 2022 menguat 0,71% di USD113,35 per barel. Sedangkan Brent kontrak Agustus 2022 naik 0,64% di USD110,69 per barel.

West Texas Intermediate (WTI) Juli 2022 di New York Mercantile Exchange (NYMEX) meningkat 0,51% di USD110,84 per barel, sementara WTI Agustus 2022 tumbuh 0,54% di USD107,75 per barel.

Baca Juga: Hungaria Jegal Larangan Impor Migas Rusia, Harga Minyak Dunia Berbalik Menguat

Baca Juga :  Biden Gelar Pertemuan dengan Pemimpin ASEAN Bulan Depan

Kenaikan harga minyak dipicu sentimen pembukaan kembali Shanghai, China setelah dua bulan lockdown memicu ekspektasi pemulihan demand. Tak hanya itu, kenaikan juga dipicu permintaan bahan bakar yang cukup kuat di Amerika Serikat.

“Kenaikan harga minyak didukung permintaan yang solid menuju puncak musim mengemudi AS,” kata Managing Partner SPI Asset Management Stephen Innes, dilansir Reuters, Senin (23/5/2022).

Diketahui, musim puncak mengemudi di AS dimulai pada akhir pekan Memorial Day atau pada akhir Mei dan berakhir pada peringatan hari buruh nasional pada bulan September. “Kilang biasanya dalam mode ramp-up untuk memberi pasokan mobil-mobil di AS,” lanjutnya.

Dolar AS yang lebih lemah juga mengirim minyak lebih tinggi pada hari Senin, karena itu membuat minyak mentah lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.

Baca Juga :  China Lockdown Lagi, Harga Minyak Mentah Terkoreksi

Dari daratan China, Beijing berupaya untuk mengangkat lockdown setelah terkunci cukup lama. Sejumlah analis menilai efek pembatasan di China masih dapat dirasakan pasar minyak.

“Penguncian Covid-19 adalah hambatan sementara terhadap permintaan minyak di China, meskipun di tempat lain permintaan bertahan dengan baik,” kata analis ANZ dalam sebuah catatan. “Kami memperkirakan aktivitas industri akan meningkat, karena langkah-langkah stimulus dimulai,” tambah ANZ.

Baca Juga :  Orang Tak Dikenal Berondong Tembakan ke Penumpang di Stasiun Kereta AS

Baca Juga: Kesampingkan Sanksi Barat, Arab Saudi Beri Sinyal Dukung Rusia di OPEC+

Dari benua biru, ketidakmampuan Uni Eropa untuk mencapai kesepakatan akhir tentang pelarangan minyak Rusia untuk invasi ke Ukraina, yang disebut Moskow sebagai “operasi khusus”, juga membatasi kenaikan harga minyak jauh lebih tinggi.

(nng)

Sumber Berita

Share :

Baca Juga

News

Pemerintah Aceh Bantu Dayah Terdampak Banjir di Aceh Tamiang

News

Dukung Ketahanan Pangan, Presiden Jokowi Luncurkan Kartu Tani Digital dan KUR BSI di Aceh

News

Pengadaan Vaksin Dongkrak Pendapatan Holding BUMN Farmasi Jadi Rp43,4 Triliun di 2021

News

Hary Tanoesoedibjo Ingatkan Pentingnya Beradaptasi Menghadapi Era Digital

News

Zulhas Ambil Alih Persoalan Minyak Goreng, Ini Sederet Harapan Petani Sawit

News

Satgas Penanganan PMK Polres Pidie Cek Langsung Hewan Ternak

News

Kolaborasi Kementan-DPR Tingkatkan Produktivitas Pertanian Berkelanjutan

Banda Aceh

Kenalkan Operasional Perusahaan, Karyawan Ajak Keluarga Berkunjung ke Pabrik

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!