Home / Hukrim / News

Sabtu, 23 Oktober 2021 - 21:16 WIB

Polda Aceh Sudah Lakukan Penyelidikan Proaktif Terhadap Kasus Dugaan Percobaan Rudakpaksa

REDAKSI - Penulis Berita

NOA | Banda Aceh – Seiring dengan semakin liarnya pemberitaan dan isu tentang dugaan penolakan laporan yang dibuat oleh korban percobaan rudapaksa atau pemerkosaan, Kepolisian Daerah (Polda) Aceh melalui Kabid Humas Kombes Pol. Winardy, S.H., S.I.K., M.Si., kembali menegaskan kalau pihaknya sudah melakukan penyelidikan secara proaktif terhadap kasus tersebut.

Winardy menjelaskan, langkah proaktif yang dilakukan Polda Aceh melalui Ditreskrimum adalah dengan membuat laporan polisi model “A”, yaitu laporan yang dibuat oleh anggota Polri yang mengetahui peristiwa pidana.

Selain itu, sambung Winardy, petugas juga sudah melakukan interview dengan saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut. Berdasarkan keterangan saksi tersebut, petugas telah membuat sketsa wajah terduga pelaku.

Petugas juga melakukan pencarian terhadap barang bukti yang ada kaitannya dengan tindak pidana tersebut dan membuat sketsa TKP, sehingga diharapkan ada titik terang terhadap percobaan pemerkosaan yang dialami korban.

Baca Juga :  Diduga Curi Arsip Negara, Tiga Warga Aceh Jaya Diamankan Polisi

“Kita sudah melakukan interview para saksi. Dari keterangan tersebut kita buat sketsa wajah terduga pelaku dan sketsa TKP pun sudah selesai dilakukan,” kata¬† Kabid Humas Kombes Pol. Winardy, S.H., S.I.K., M.Si dalam laporan tertulis diterima NOA.CO.ID, Sabtu 23 Oktober 2021.

Winardy juga mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Aceh dan telah membawa korban ke rumah sakit Bhayangkara untuk counselling dan trauma healing.

Namun sangat disayangkan, kata Winardy, belum siap langkah itu dilakukan, ada pihak yang mempengaruhi korban untuk pulang dan tidak mau dirawat di rumah sakit Bhayangkara.

Baca Juga :  Sopir Dump Truk Tabrak Lari Terhadap Santri Serahkan Diri ke Satlantas Polresta Banda Aceh

“Surat keluar dari rumah sakit tersebut ditandatangani oleh pendamping hukum korban atas permintaan dari korban sendiri. Kami menilai, terkesan ada yang sengaja menutup akses korban untuk dilakukan penyelidikan,” sebutnya.

“Seharusnya, semua pihak harus menghargai proses penyelidikan yang kami lakukan. Bukan malah menghambatnya dengan mempengaruhi korban. Karena untuk teknik penyelidikan itu ranah polisi,” tambahnya.

“Kami sudah membawa korban ke rumah sakit untuk counselling, namun ada yang mempengaruhi sehingga korban minta pulang. Kami sangat menyayangkan hal tersebut. Karena teknik penyelidikan terhadap kasus tersebut hanya polisi yang memahaminya,” ungkap Winardy.

Dalam kesempatan itu, Ia meminta kerja sama semua pihak, agar kasus ini segera terungkap dan mengetahui peristiwa pidana apa yang terjadi.

Baca Juga :  Kantor Imigrasi di Kabupaten Aceh Selatan Resmi Beroperasi

Untuk diketahui, terkait isu penolakan laporan dari korban percobaan rudapaksa, Polda Aceh melalui Ditreskrimum yang diwakili Unit PPA sebelumnya sudah mengerahkan anggotanya ke lapangan untuk melakukan pendalaman dan langkah penyelidikan proaktif dengan mendatangi TKP.

Setelah diinterview dan meninjau TKP, petugas langsung membuat sketsa TKP dan wajah terduga pelaku.

Penyidik juga sudah sempat melakukan interview pelapor di rumahnya. Sehingga, sekarang kasus dugaan rudapaksa tersebut resmi ditangani Ditreskrimum Polda Aceh.

Saat ini, Unit PPA menunggu kesiapan korban setelah trauma healing untuk diambil keterangannya. (RED)

Share :

Baca Juga

Nasional

Apa Dampak Sanksi Barat Terhadap Rusia Bagi Kita Semua?

News

Gubernur Harap Masyarakat Aceh di Bandung Bangun Tanah Rencong dari Luar

Disbudpar Aceh

Sineas Aceh Putar Film Jalur Rempah

Nasional

Geger…!!! Diduga Keras PWI dan Dewan Pers di Balik Kriminalisasi Ketum PPWI

Aceh Tenggara

Dinas Sosial Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Untuk Korban Puting Beliung

News

KPT; Perkuat Kebersamaan melalui Olah Raga Tenis

News

Terus Dipacu, Capaian Vaksinasi Covid-19 Pemerintah Aceh Kini Capai 97.921

News

Bupati Simeulue bersinergi dengan Kapolres, Danlanal, Dandim, Kajari Bangun Simeulue